Wednesday, April 02, 2008

cemburu

pernah saya bertanya,
mengapa saya mudah cemburu?
mengapa saya mudah merasa rindu?
mengapa saya mudah disakiti?
mengapa saya mudah menangis?
apakah saya lemah? sebegitu lemah sehingga tidak mampu mengantungi banyak cerita dalam perjalanan singkat di alam ini?

banyak yang ternyata hingga saat ini belum terjawab,
tapi saya berdamai dengan kenyataan itu...
jika pada akhirnya palu dan bara seperti itu yang harus saya terima sebagai alat tempa, saya hanya berdoa bahwa Allah SWT selalu menunjukkan satu cahaya lentera sbagai penunjuk jalan pulang.

Tuhan, teguhkan hati mereka yang memutuskan untuk berhenti bersedih dan memilih bahagia.

1 comment:

arsiadhi said...

doo, minta ijin ngopi kalimat terakhir buat di blog aci ya :)